Di timur Taman Eden, Dia menempatkan kerub-kerub + dan sebuah pedang berapi yang terus berputar untuk menghalangi jalan menuju pohon kehidupan. Kejadian 3:1-24—Baca Alkitab online atau download gratis. Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Kejadian4:16. Catatan Kaki * Atau "tanah Nod". Referensi Silang + Kej 2:8. Indeks. Indeks Publikasi. it-2 966. Klik nomor ayat untuk menampilkan isi ayat itu di terjemahan Alkitab lain. Keterangan Umum. Kej. 4:1 Kej 1:28. Kej. 4:1 1Yoh 3:10-12; Kejadian. 4 Adam berhubungan seks dengan Hawa istrinya, ayat(1) huruf c, dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana. (2) Pencegahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara mengurangi ancaman bencana dan kerentanan pihak yang terancam bencana. (3) Pencegahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan melalui kegiatan: a. Nas : Kej 4:11. Kain dikutuk oleh Allah dalam arti Allah tidak lagi akan memberkati usahanya untuk mencari nafkah dari tanah (bd. ayat Kej 4:2-3). Tampaknya, Kain tidak merendahkan diri dalam penyesalan dan pertobatan karena ia memisahkan diri dari Tuhan dan berusaha untuk hidup tanpa pertolongan Allah (ayat Kej 4:16). Full Life: Kej 4:1 - MANUSIA ITU BERSETUBUH DENGAN HAWA, ISTERINYA. Nas : Kej 4:1 Perhatikan bahwa ketika Hawa melahirkan putranya, ia sungguh-sungguh memuji Tuhan karena anak itu. 1 Bunga deposito / tabungan, diskonto SBI dan jasa giro. Tarif PPh Pasal 4 ayat 2 untuk objek pajak bunga deposito/tabungan, diskonto SBI dan jasa giro (kecuali yang diterima bank, dana pensiun, tabungan kepemilikan rumah RSS, tabungan atau deposito di bawah Rp7.000.000) sebesar 20%. P5e2. Renungan 16 Okt 2021 Kejadian 4 1-16 Kain dan Habel Renungan Kejadian 4 1-16 Kain dan Habel. Kita pikir, kita cukup percaya diri tetapi ketika insecure menyusup dalam keseharian kita, emosi mulai mengusik. Itu bisa terjadi dalam pekerjaan, hubungan dengan saudara, bahkan penampilan. Uh, sepertinya mau mengamuk dan berteriak pada ketidakadilan. Mungkinkah mengusir rasa iri yang melirik ke arah kita dan mengganggu mood kita dalam keseharian itu? Mungkin, caranya 1 identifikasikan secara pasti masalah yang kita cemburui. 2 tanyakan diri kita, apakah dengan mendapatkan hal tersebut benar-benar akan membuat kita lebih lengkap dan utuh? 3 tetapkan apakah hal tersebut akan memungkinkan kita untuk menggapai. Kain dan Habel Iri hati memang sifat yang sangat lekat dengan kehidupan manusia. Meski begitu bukan berarti kita harus membiarkan rasa iri berkembang dalam hati, karena iri hati termasuk sifat negatif, yang kalau dibiarkan akan berdampak pada perbuatan dosa lainnya. Contohnya, Kain yang iri terhadap Habel, adiknya, lantaran persembahan yang Habel berikan berkenan kepada Allah. Sedangkan persembahannya tidak dikenan-Nya. Allah yang mengetahui kejengkelan dan kemarahan Kain, langsung menegurnya agar Kain tidak membiarkan perasaannya berkembang menjadi perbuatan dosa lainnya. Namun karena Kain tidak mengindahkan teguran itu, alhasil, perasaan negatif yang tidak mampu dikuasainya membuat Kain melenyapkan nyawa Habel. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan diperhadapkan pada situasi yang bisa membuat kita iri dengan orang lain. Untuk itu, sebelum bekerja, mintalah kekuatan dan perlindungan Allah supaya kita senantiasa bisa mengendalikan perasaan negatif dan mengubahnya menjadi energi positif, yang mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu lebih baik. cia Seorang anak bertanya kepada kakeknya, “Mengapa dua orang yang bertengkar mengeluarkan suara nyaring, kata – kata kasar dan berteriak padahal mereka berdekatan?” Kakeknya menjawab “ Orang yang sedang marah walaupun berdekatan tapi hati mereka jauh karena itu mereka bersuara keras dan berteriak. Tetapi jika ada cinta, hati dekat satu dengan yang lain maka mereka tidak akan saling berteriak karena dengan bisikan saja mampu melambungkan rasa. Bahkan jangankan kata – kata, bagi orang yang sedang jatuh cinta, satu kedipan mata saja dapat menyampaikan sejuta rasa di hati". Jadi ada perbedaan besar ketika hati dipenuhi oleh kemarahan, irih hati dan kebencian dengan ketika hati kita dipenuhi oleh cinta kasih. Kain dan Habel dua orang kakak beradik, anak - anak Adam dan Hawa. Kelahiran Kain disebut Hawa pada ayat 1 dalam pembacaan kita adalah karena pertolongan Tuhan. Tapi sayangnya hidup Kain tidak mengandalkan pertolongan Tuhan. Hati Kain tidak dipenuhi oleh cinta Tuhan. Habel adiknya yang seorang gembala kambing domba mempersembahkan bagi Tuhan, korban persembahan anak sulung kambing domba, yakni lemak – lemaknya. Habel mempersembahkan yang terbaik. Sedangkan Kain yang seorang Petani, mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Tuhan. Kain asal memberi saja, yang penting sudah memberi bagi Tuhan. Ternyata Tuhan bukan hanya melihat korban persembahan itu tapi Tuhan melihat hati. Tuhan melihat hidup orang yang memberi korban persembahan. Tuhan berkenan pada Habel dan korban persembahannya. Sedangkan Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan Tuhan. Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram. Kain marah. Kain tidak mengoreksi hidupnya dan persembahannya. Kain irih hati pada Habel. Irih hati kelihatannya sepele tapi sesungguhnya sangat berbahaya. Karena dari hal yang kecil yang dibiarkan dan tidak dikoreksi ternyata menjadi bencana besar. Kain juga muram. Kain kehilangan sukacita dan damai sejahtera Pada ayat 6 – 7, Tuhan menegur Kain. “Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu”. Kain menutup hatinya dari cinta Tuhan. Kain mengeraskan hati terhadap teguran Tuhan karena cela dihatinya itu sudah terbuka bagi dosa. Maka Kain meneruskan rencana jahatnya. Kain membunuh Habel dengan cara yang licik. Kain berbicara seolah - olah bersikap baik kepada Habel, Kain mengajak Habel ke padang. Kain bersikap manis untuk tujuan jahat. Di padang itulah Kain membunuh Habel adik kandungnya sendiri. Kain berpikir tidak ada yang mengetahui perbuatannya. Tapi ternyata Tuhan tahu. Darah Habel berteriak kepada Tuhan. Tuhan bertanya kepada Kain tentang Habel. Kain masih berkelit dan membohongi Tuhan. Tuhan menghukum Kain. Kain dikutuk. Tanahnya tidak akan memberikan hasil dan ia akan menjadi pelarian dan pengembara. Kain menuai hasil dari perbuatannya. Cela kecil yang dibuka bagi dosa membinasakan hidup Kain. Hati yang dikeraskan dari Tuhan membuat ia tidak mengalami berkat. Hari ini di tengah pergumulan di Tanah Papua, Kisah Kain dan Habel menjadi pelajaran iman bagi kita semua. Kematian Habel terjadi karena Kain tidak dapat mengelola kemarahannya. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Tetapi ketika kemarahan menjadi tidak terkontrol maka itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat berakibat pada kekerasan baik kekerasan fisik maupun psikis. Ketika emosi menjadi tidak terkendali maka kita bisa memaki, mengumpat, mengeluarkan kata – kata yang melukai hati orang lain. Dan yang lebih buruk dapat terjadi perkelahian, pertumpahan darah dan pembunuhan. Karena itu jangan membiarkan kemarahan, irih hati dan kebencian merusak kehidupan yang harmonis. Jika ingin hidup tentram, belajarlah mengelola kemarahan, padamlah kebencian lalu nyalakan dan kobarkan cinta Tuhan. Marilah menyatakan cinta kasih Tuhan kepada siapapun juga meskipun berbeda suku, agama, ras dengan kita. Tetaplah menyatakan cinta Tuhan bagi dunia meskipun kita mengalami penghinaan dari orang lain, meskipun iman kita dicemoohkan orang, meskipun kita mengalami perlakukan buruk. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Jadi bukalah hati untuk cinta Tuhan agar tidak ada celah bagi dosa, irih hati, kebencian dan dendam. Dunia saat ini mempertontonkan cara hidup menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Di Media massa, di media sosial, di sekitar kita, setiap saat kita melihat dan mendengar kekerasan terjadi. Kekerasan seolah telah menjadi trend masa kini. Kita harus sadar, kekerasan menjadi tanda bahwa hati nurani telah mati. Karena Tuhan tidak menciptakan kita menjadi manusia yang tanpa hati. Maka jangan mengikuti cara hidup duniawi. Yesus sudah memberi teladan melawan kekerasan dengan cinta kasih. Papua menjadi pergumulan kita bersama. Papua adalah rumah kita bersama. Mari jaga rumah bersama kita dengan kedamaian. Papua adalah tanah Injil. Mari bersikap sebagaimana orang – orang yang telah dimenangkan oleh Injil dalam menghadapi berbagai persoalan. Kita mengimani bahwa Tuhan tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi di atas Tanah Papua. Sebagaimana Tuhan mendengar darah Habel yang berteriak kepada Tuhan maka Tuhanpun tidak menutup mata ketika terjadi ketidak adilan, ketika orang tak bersalah menjadi korban, ketika darah orang benar tertumpah di atas tanah ini. Tuhan tidak menghendaki kita memperlakukan sesama dengan sewenang – wenang. Setiap orang akan menuai hasil dari perbuatannya. Siapa yang menabur cinta akan menuai cinta. Tetapi siapa yang menabur kebencian akan menuai kebinasaan. Kisah Kain dan Habel mengajarkan kita juga bahwa hidup pribadi dan persembahan kita adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Bukan soal berapa banyak yang dapat kita bawa sebagai persembahan bagi Tuhan tetapi bagaimana hidup kita berkenan dihadapanNya. Bukan soal berapa kali kita beribadah dan membaca firmanNya tapi sejauh mana kita melakukan kehendakNya dihidup kita. Jadikanlah hidup kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada Allah. Hidup yang berkenan kepada Allah adalah hidup yang menyatakan cinta kasih Allah. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati. Berita Lainnya - 16 October 2021 Kisah Kain dan Habel yang hanya 16 ayat pada Kejadian 4, ayat 1 – 16 yang kita baca berulang-ulangpun tidak akan menjawab pertanyaan pada judul renungan tersebut di atas. Bahkan beberapa orang mencoba menjelaskan secara sumir bahwa Kain mempersembahkan hasil pertaniannya yang jelek-jelek, sedangkan Habel mempersembahkan ternaknya yang gemuk-gemuk dan bagus, dan berbagai cerita lainnya. Menemukan jawaban di atas ialah pengetahuan teologis mendasar yang kita butuhkan hingga saat ini, sebab kita menyembah dan memuji dan berbakti kepada Allah yang sama dengan yang disembah oleh Habel dan Kain, yakni Jehovah, Allah yang dinarasikan Alkitab dan satu-satunya Allah Yang Hidup dan Benar. Jika kita ingin benar-benar menyenangkan orang lain, tentu kita berkata, bertindak sesuatu kepada orang yang ingin kita senangkan sesuai kehendak dan isi hati orang tersebut. Sering sekali jika ingin memberikan hadiah kepada temen kita, sering kita selidiki benda apa yang temen kita suka, warna apa yang dia suka dll, dan bila tepat seperti yang diinginkannya, betapa senangnya orang tersebut. Nah, saya berfikir, demikian juga dengan Allah, tentu Dia ingin kita, berbakti, menyembah dan mengasihi-Nya seperti yang Dia inginkan, bukan menurut apa yang kita senangi, atau menurut kehendak dan akal budi dan perasaan kita bukan ? Memang jalan pikiran Allah dan manusia sejauh langit dan bumi, betapa sering saya amati gereja-gereja suku mencampur aduk peribadatan di gereja dengan ritual, atau elemen ritual suku nenek moyang ketika moyang kita belum mendengar berita injil, apakah Allah Tritunggal, senang dengan tindakan kita tersebut?, sebab ritual suku bersumber dari ajaran roh sembahan nenek moyang yang sama sekali bukan Allah Alkitab, dan sungguh sangat naif mempersamakan kedua hal itu. Yang satu roh ciptaan yang satu lagi Roh Pencipta. Saya akan tunjukkan di Alkitab pada kita sebuah tindakan manusia yang menurut kita manusiawi, masuk akal, mencegah kerusakan, bersifat menolong dan menyelamatkan bahkan menurut akal sehat kita tindakan yang menjaga kemuliaan Allah, tetapi pandangan Allah sungguh sangat berbeda, bahkan Allah marah dan mencabut nyawa orang yang melakukan tindakan tersebut yang kita anggap sebagai pahlawan. Perhatikanlah narasi pada 1 Samuel 6 ayat 3 – 7 63 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. 64 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 65 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap. 66 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 67 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu”. Nah kita berfikir Uza pahlawan bukan, sebab tindakannya itu mencegah tabut itu tidak jatuh ke tanah, karena lembu tergelincir, namun jalan fikiran Allah tidak seperti manusia, bahkan Allah murka dan mencabut nyawa Uza. Di sini Allah ingin menunjukkan perbedaan yang mencolok antara kekudusan-Nya dan kemuliaan-Nya yang tak tertandingi, sehingga Ia tidak dapat dibandingkan dengan berbagai dewa-dewi bangsa tetangga dari bangsa menyamakan Allah Israel dengan allah yang disembah nenek moyang suku kita, hanya nama saja yang berbeda, wah sungguh keliru pandangan tersebut. Bangsa Israel harus membayar mahal untuk memahami ajaran ini. Kematian Uza adalah suatu peringatan keras kepada bangsa Israel untuk tidak meremehkan ketentuan penyembahan kepada Allah, dan tentang kekudusan Allah. Pelanggaran terhadap ketentuan itu, bahkan untuk maksud yang kelihatannya baik sekalipun, yaitu menjaga agar tabut tidak jatuh, tidak diperkenankan Allah. Padahal tabut ialah benda yang menjadi symbol spiritual kehadiran Allah Israel, apalagi berhadapan dengan Allah Yang Hidup dan Benar sebagai pribadi yang kudus dan mulia. Allah punya standart, Allah punya aturan, tidak boleh menyembah Allah dengan cara hanya menurut keinginan, menurut akal budi ,keinginan hati dan kesenangan manusia belaka. Makanya saya sering berfikir, mendisain tempat ibadah dengan lampu yang berkelap-kelip dan kelihatan wahhhhh….dan agak beda tipis dengan kelab malam, belum lagi di tengah-tengah ibadah muncul sekelompok remaja menyampaikan drama singkat dari belakang gereja menuju panggung dekat podium dengan suara menghardik mengikuti narasi drama yang membuat jemaat kaget …apakah semuanya itu menyenangkan Allah yang mencabut nyawa Uza pada narasi 1 Sam 6, 3-7 di atas ??? Ahhh …hanya Allah yang tahu persis, saya hanya mencoba kiritis saja secara spiritual ! Bahkan tata dan aturan gerejapun seyogyanya harus dikritisi apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. Jika gereja saudara menentukan bahwa boleh mengaku dosa dan memohon pengampunan melalui perantaraan pendeta, maka saudara harus membaca kitab suci apakah demikian kata firman Tuhan ?? Sebab kitab Ibrani 8 ayat 1, menegaskan bahwa kita mempunyai Imam Besar Yang Agung, Kudus dan Tak bercacat yang menjadi pengantara bagi kita, yakni Tuhan Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan Dia telah membuka jalan untuk itu dengan mengorbankan nyawa-Nya sendiri dan darah-Nya sendiri, agar saya dan anda bisa langsung berhubungan dengan Allah Yang Hidup, Yang Baik dan Murah hati itu. Kita harus menjadi seperti orang Berea, ketika Paulus memberitakan injil ke mereka, orang Berea tidak langsung percaya, tetapi orang Berea menyelidiki pemberitaan Paulus tersebut apakah sesuai kitab suci atau tidak, sehingga mereka menjadi lebih baik Kis 17 ayat 11 . Bayangkan pemberita firman sekelas Rasul Paulus, orang Berea tidak telan mentah-mentah, tetapi mereka menyelidiki apakah pemberitaan Paulus benar-benar sesuai firman Tuhan dalam kitab suci Saya sudah cerita pada saudara bahkan Pendeta ada yang tidak percaya Alkitab bukan?, jadi kotbah pendeta kita dengar, tetapi Alkitab kita baca , apakah kotbahnya sesuai tidak dengan Alkitab. Kisah penyembahan dalam sejarah manusia dan pembunuhan manusia pertama dicatat dalam Kejadian 4 ayat 1 sd 16 tersebut di atas. Ketika Adam dan Hawa ada dalam Taman Eden kita tidak melihat mereka mempersembahkan korban kepada Allah, bahkan mereka hidup dengan bergaul dan berkomunikasi dengan Allah, karena mereka belum jatuh ke dalam dosa. Jadi tindakan penyembahan dan pemberian korban kepada Allah barulah dikenal ketika mereka tidak taat kepada Allah dan dosa merasuk ke kehidupan manusia serta mereka diusir dari Taman Eden. Ketika Adam dan Hawa menutupi ketelanjangan mereka, menutupi dosa mereka, menutupi malu mereka dengan daun pohon ara seperti dinarasikan dalam Kej 3 ayat 7. Yakni sebuah upaya menutupi dosa dan pelanggaran terhadap firman Tuhan dengan upaya sendiri yang terbukti tidak berhasil dan sia-sia belaka, dan mereka masih tetap dalam keberdosaannya, mereka ketakutan dan bersembunyi ketika Allah menyapa mereka. Alkitab mencatat bahwa Allahlah akhirnya turun sendiri menutupi ketelanjangan mereka, menutupi dosa mereka, menutupi malu mereka dengan kulit binatang Kej 3 ay 21, sekaligus Allah memberikan contoh konkrit pada Adam dan Hawa serta semua manusia keturunan mereka, bahwa pengampunan akan dosa hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri dan melalui cara dan karya Allah sendiri yakni melalui penumpahan darah melalui korban terhadap pihak lain, dalam hal ini binatang. Sungguh benar apa kata kitab Ibrani 9 ayat 22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Allah yang menutupi dosa, memberi pengampunan pada Adam ialah Allah yang sama dengan yang memberika hukum taurat pada Musa, sungguh nyata bahwa Allah Alkitab,Jehovah ialah Allah yang tidak berubah, baik dahulu, kemarin, kini dan selama-lamanya. Jadi pengampunan dosa didapatkan bukan dengan serangkaian tindakan manusia dan menurut cara-cara manusia, namun begitu bebalnya manusia, keturunan Adam berikutnya malah mengulangi cara-cara Adam-Hawa yang mencoba menutupi dosa melalui tindakan manusia hingga saat ini. Adam-Hawa mengalami sendiri bagaimana Allah Yang Hidup menutupi rasa malu mereka akibat dosa dengan kulit binatang yang dibunuh tersebut merupakan pengalaman spiritual yang sangat spektakuler dan sangat baru dalam kehidupan mereka. Karena itu seiring dengan terbentuknya pranata keluarga dengan lahirnya anak mereka tentu terjadi internalisasi nilai-nilai spiritual tadi secara lisan, seperti yang kita pelajari dalam Sosiologi melalui materi sosialisasi primer. Jadi Kain dan Habel mestinya mengerti perihal pengampunan dosa, menutupi rasa malu akibat dosa melalui penumpahan darah, karena itulah standar yang ditetapkan dari tempat maha tinggi, standar Allah sendiri. Kitab Ibrani 4 ayat 11 mencatat karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Kita tahu bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Habel mendengar penyataan Allah tentang tata cara pengorbanan yang benar dan Habel bertindak berdasarkan iman, sehingga menyenangkan Allah, sebab tanpa iman tak mungkin orang berkenan kepada Kain tidak bertindak berdasar iman yang berdasarkan cara yang benar yang ditetapkan kitab Judas 1 ayat 11 mencatat celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain, dan karena mereka oleh sebab upah menceburkan diri dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. Tiga tokoh yang tak patut diikuti dalam alkitab setali tiga uang, Kain membangun tata peribadatan menurut selera dan caranya sendiri bukan berdasarkan cara dan ketetapan Allah, Bileam dengan motivasi yang tidak benar, serta yang paling fatal Korah memberontak terhadap ketetapan Allah dan ingin mengudeta orang pilihan Allah. Rasul Yohannes bahkan dengan ekstrim menyatakan dalam 1 Yoh 3 ayat 12 Bukan seperti Kain yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya ? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar”. Jadi jelaslah menghadap tahta kasih karunia Allah dalam penyembahan harus dengan motivasi yang benar, dan hubungan yang benar dengan Allah dan didasarkan atas iman, sebab tanpa iman tak mungkin orang berkenan pada Allah. Perenungan-perenungan di atas menasihatkan kita bersama agar kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenaan kepada-Nya, dengan hormat dan takut, sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. Kekudusan dan kemuliaan-Nya bagaikan api yang menghanguskan segala yang tidak kudus, Amin! Logo YouVersionAlkitabRencanaVideoDapatkan AplikasinyaPemilih BahasaIkon PencarianKejadian 416Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur AlkitabAplikasi Alkitab untuk Anak-AnakDapatkan Aplikasi Alkitab YouVersionSimpan ayat, baca luring, tonton klip pengajaran, dan lainnya!YouVersion menggunakan cookie untuk mempersonalisasi pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima penggunaan cookie seperti yang dijelaskan dalam Kebijakan Privasi kamiBerandaAlkitabRencanaVideo 4Kain dan Habel41-16 1Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu ”Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.” 2Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. 3Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan; 4Ibr. 114 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 5tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 6Firman Tuhan kepada Kain ”Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 7Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” 8Mat. 2335; Luk. 1151; 1Yoh. 312 Kata Kain kepada Habel, adiknya ”Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 9Firman Tuhan kepada Kain ”Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya ”Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” 10Ibr. 1224 Firman-Nya ”Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. 11Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 12Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” 13Kata Kain kepada Tuhan ”Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 14Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” 15Firman Tuhan kepadanya ”Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia. 16Lalu Kain pergi dari hadapan Tuhan dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Kain, Set dan Enos417-26 17Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya. 18Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh. 19Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila. 20Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. 21Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. 22Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama. 23Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu”Ada dan Zila, dengarkanlah suarakuhai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku iniAku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku,membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; 24sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat,maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” 25Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya ”Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.” 26Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama Tuhan. Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru

kejadian 4 ayat 1 16