Ketikasales telah menunjukkan pekerjaa terbaik mereka, maka reward dan beberapa hak yang harus mereka dapatkan harus diberikan oleh perusahaan. Bila perusahaan bisa memberikan apa yang harus didapatkan maka imbal balik akan diberikan sales. Semakin efektif kinerja sales maka semakin mudah penjualan bisa dilakukan.
Langkahlangkah pembuatan schedule yang baik di atas adalah hasil dari pengalaman dan pengamatan selama melaksanakan proyek. Semoga bermanfaat. Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery.
ProjectPlan bukan hanya berguna untuk project di dunia kerja. Dalam kehidupan sehari-hari pun seringkali saya membuat Project Plan, misalnya untuk perencanaan liburan, garage sale, membuat blog, dan lain-lain. Berikut ini adalah langkah-langkah yang biasa saya lakukan dalam membuat Project Plan. 1. Dari Scope Statement Menjadi Work Package
UltimateGuide to Sales and Operations Planning (S&OP) in 2022. One of the most common organizational issues is misalignment between sales & operations. Fortunately, this problem is easily fixed.
Adapun ada langkah-langkah yang bisa kamu terapkan, yaitu: 1. Menentukan Jenis Struktur yang Akan Digunakan Cara membuat struktur ini adalah dengan mengelompokkan organisasi menjadi beberapa bagian departemen dan memasukan nama pekerja di dalamnya. Bagian departemen tersebut adalah, divisi personalia, pemasaran, produksi, pembelian dan
Untukbagian technical support, sales, dan billing support tetap harus bekerja, namun dapat online di rumah guna melayani para customer. Berdasarkan informasi dari langkah sebelumnya kantor cabang membuat penawaran harga kepada pembeli. Pembeli menerima penawaran harga dari kantor cabang perusahaan, apabila setuju atas penawaran harga
aT9WEYh. Pelajari Cara Membuat Business Plan beserta Konsepnya untuk Bisnis Pemula! Business plan sangat dibutuhkan untuk bisnis yang baru akan merintis usahanya. Tanpa sebuah bisnis plan yang matang, mereka akan kesulitan dalam operasional selanjutnya. Belum lagi saat kekurangan modal, akan kesulitan untuk mencari investor tanpa rencana bisnis yang jelas. Sebagian besar investor atau mitra bisnis berpendapat business plan merupakan sebuah bentuk kesungguhan atau kematangan langkah dari sebuah bisnis. Sayangnya tidak semua pebisnis pemula memahami cara membuat bisnis plan yang benar. Oleh karena itu, pada artikel ini kami memberikan tips bagaimana cara membuat bisnis plan yang baik. Selain itu kami juga membahas tujuan serta kompenen penting pada business plan. Mari kita simak ulasanya bersama dibawah ini. Berikut 5 cara membuat bisnis plan dengan baik agar Anda dapat menjadikan bisnis lebih berhasil adalah Tentukan Visi, Misi dan Objektif Menentukan Target Market dan Audiens Membuat Company Profile Mencatat Transaksi Keuangan Buat Strategi Marketing yang Baik Apa itu Business Plan? Business Plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuannya. Sebuah rencana bisnis menjabarkan peta jalan tertulis untuk perusahaan dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional. Dengan memiliki bisnis plan bukan hanya dapat memudahkan seorang pengusaha dalam menjalankan bisnis, tetapi juga bisa berpotensi mendatangkan investor andaikan ada yang tertarik dengan bisnis plan Anda. Apa Tujuan Membuat Business Plan? Seperti dijelaskan sebelumnya, business plan sangat penting untuk Anda yang akan menjalankan usaha. Hal ini tak lepas dari tujuan utama business plan adalah sebagai panduan Anda dalam menjalankan usaha nantinya. Berikut ini beberapa tujuan dari adanya business plan Panduan bisnis untuk tetap pada tujuan awal yang ingin dicapai saat membuah sebuah bisnis Sarana untuk mencari investor atau modal, sehingga dapat mengatur keuangan pada bisnis Media komunikasi bisnis pada suppleyer, konsumen dan investor agar percaya dengan sistem operasional bisnis yang akan dijalankan Mempermudah dalam emnjalankan usaha karen sudah mengetahui langkah-langkah praktis dalam menghadapi persaingan, membuat strategi pemasaran dan sebagainya Bahan pertimbangan evaluasi untuk menyusun strategi bisnis lebih baik Apa saja Kompenen Penting pada Business Plan? – Executive Summary Ringkasan Eksekutif adalah garis besar singkat tentang maksud dan tujuan perusahaan. Meskipun mungkin sulit untuk memuat satu atau dua halaman, Ringkasan yang baik mencakup Deskripsi singkat tentang produk dan layanan Ringkasan tujuan Deskripsi pasar yang solid Pembenaran tingkat tinggi untuk kelangsungan hidup termasuk melihat sekilas pesaing Anda dan keunggulan kompetitif Anda Cuplikan potensi pertumbuhan Ikhtisar persyaratan pendanaan Bisnis yang baik adalah bisnis yang memberikan solusi terhadap masalah pelanggan. Jika Executive Summary Anda tidak dapat dengan jelas menggambarkan bagaimana bisnis Anda akan memecahkan masalah tersebut dan menghasilkan keuntungan, maka kemungkinan besar peluang itu tidak ada–atau rencana Anda untuk memanfaatkan peluang yang sebenarnya tidak ter-develop dengan baik – Objektif Secara sederhana, Anda bisa berpikir sebagai berikut Apa yang akan Anda berikan? Apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda? Siapa yang akan melayani pelanggan Anda? Siapa pelanggan Anda? Jika Anda mengejar klien dengan status sosial ekonomi menengah keatas, Anda perlu buat lebih dalam objektif tersebut seperti Identifikasi industri Anda. Eceran, grosir, layanan, manufaktur, dll. Tentukan dengan jelas jenis bisnis Anda. Identifikasi pelanggan Anda. Anda tidak dapat memasarkan dan menjual kepada pelanggan sampai Anda tahu siapa mereka. Jelaskan masalah yang Anda selesaikan. Bisnis yang baik menciptakan added value terhadap pelanggan melalui solusi atas masalah yang terjadi. Tunjukkan bagaimana Anda akan memberikan solusi atas masalah pelanggan. Setelah objektif tersebut Anda jawab, maka objektif terakhir untuk memperdalam bisnis plan Anda adalah Siapa pelanggan rata-rata saya? Siapa yang saya targetkan? Kecuali Anda berencana membuka toko kelontong, kemungkinan besar Anda tidak akan menjawab, “Semuanya!” Apa pain point yang saya selesaikan untuk pelanggan saya? Bagaimana cara mengatasi pain point tersebut? Apabila saya ternyata gagal dalam memecahkan masalah pelanggan, apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah itu? Di mana lokasi bisnis saya? Produk, layanan, dan peralatan apa yang saya perlukan untuk menjalankan bisnis saya? Skill apa yang dibutuhkan karyawan saya, dan berapa banyak yang saya butuhkan? Bagaimana saya akan mengalahkan kompetitor saya? Bagaimana saya bisa membedakan diri saya dari pesaing saya di mata pelanggan saya? Apa unique selling point USP saya? – Produk dan Jasa Anda harus dapat menjelaskan dengan jelas produk dan jasa yang akan disediakan oleh bisnis Anda. Perlu Anda ingat bahwa deskripsi yang terlalu rinci atau teknis tidak diperlukan dan tidak disarankan. Gunakan istilah sederhana dan hindari kata kunci yang sulit. Di sisi lain, Anda perlu menjelaskan bagaimana produk dan jasa bisnis Anda berbeda dengan kompetitor. Jelaskan mengapa produk dan jasa Anda penting untuk menyelesaikan masalah calon pelanggan Anda. Tetapi jika Anda membuat produk atau layanan baru, pastikan Anda menjelaskan secara menyeluruh sifat produk, kegunaannya, dan nilainya, dll.–jika tidak, pembaca Anda tidak akan memiliki informasi yang cukup untuk mengevaluasi bisnis Anda. Pertanyaan kunci untuk dijawab Apakah produk atau jasa sedang dalam pengembangan atau sudah ada di pasar? Bagaimana timeline untuk produk dan jasa baru ke pasar? Apa yang membuat produk atau jasa Anda berbeda? Apakah ada keunggulan kompetitif dibandingkan dengan penawaran dari kompetitor lainnya? Apakah ada kelemahan yang perlu Anda atasi? Dan jika demikian, bagaimana? Apakah harga menjadi masalah? Apakah biaya operasi Anda cukup rendah untuk memungkinkan margin keuntungan yang wajar? Bagaimana Anda akan memperoleh produk Anda? Apakah Anda produsen? Anda merakit produk menggunakan komponen yang disediakan oleh orang lain? Apakah Anda membeli produk dari pemasok atau grosir? Jika bisnis Anda lepas landas, apakah pasokan produk tetap tersedia? – Potensi Pasar Market research sangat penting untuk menentukan kesuksesan bisnis. Rencana bisnis yang baik yakni apabila dapat menganalisis dan mengevaluasi demografi pelanggan, kebiasaan membeli, siklus pembelian, dan kemauan untuk mengadopsi produk dan jasa baru. Proses market research membutuhkan Anda bertanya pada diri sendiri, dan yang lebih penting menjawab, sejumlah pertanyaan. Semakin teliti Anda menjawab pertanyaan berikut, semakin baik Anda memahami pasar Anda. Mulailah dengan mengevaluasi pasar pada tingkat yang relatif tinggi, menjawab beberapa pertanyaan tingkat tinggi tentang pasar dan industri Anda Berapa market size Anda? Apakah tumbuh, stabil, atau menurun? Apakah industri secara keseluruhan tumbuh, stabil, atau menurun? Segmen pasar apa yang saya rencanakan untuk dibidik? Demografi dan perilaku apa yang membentuk pasar yang akan saya targetkan? Apakah permintaan untuk produk dan jasa spesifik saya naik atau turun? Dapatkah saya membedakan diri saya dari kompetitor dengan cara yang akan dianggap berarti oleh pelanggan? Jika demikian, dapatkah saya membedakan diri saya dengan cara yang lebih hemat biaya? Apa yang diharapkan pelanggan untuk membayar produk dan jasa saya? Apakah mereka dianggap sebagai komoditas atau dapat dipersonalisasi? – Sales & Marketing Menyediakan produk dan jasa yang baik itu luar biasa, tetapi pelanggan harus benar-benar mengetahui produk dan jasa itu ada. Itulah mengapa rencana dan strategi marketing sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Namun perlu diingat marketing bukan hanya periklanan. Marketing mau itu periklanan, hubungan masyarakat, literatur promosi, dll.–merupakan investasi dalam pertumbuhan bisnis Anda. Seperti investasi pada umumnya, dana yang dikeluarkan untuk marketing harus menghasilkan keuntungan. Jika tidak, mengapa melakukan investasi? Sementara keuntungan itu bisa saja berupa arus kas yang lebih besar. Rencana marketing yang baik menghasilkan penjualan dan laba yang lebih tinggi. Jadi, jangan hanya berencana untuk menghabiskan dana untuk berbagai upaya periklanan. Buat program marketing yang cerdas. Berikut beberapa langkah sederhana dalam membuat rencana marketing Anda Fokus pada target pasar Anda. Siapa pelanggan Anda? dan siapa yang membuat keputusan? Tentukan cara terbaik untuk menjangkau pelanggan potensial. Evaluasi kompetitor Anda. Rencana marketing Anda harus membedakan Anda dari kompetitor Anda, dan Anda tidak dapat menonjol kecuali Anda mengetahui kompetitor Anda. Kenali kompetitor Anda dengan mengumpulkan informasi tentang produk, layanan, kualitas, harga, dan kampanye iklan mereka. Dalam marketing, apa yang dilakukan kompetitor Anda apakah bekerja dengan baik? Apa kelemahan mereka? Pertimbangkan brand Anda. Bagaimana pelanggan memandang bisnis Anda membuat dampak dramatis pada penjualan. Program marketing Anda harus secara konsisten memperkuat dan memperluas brand Anda. Fokus pada manfaat. Masalah apa yang Anda selesaikan? Apa manfaat yang Anda berikan? Pelanggan tidak berpikir dalam hal produk–mereka berpikir dalam hal manfaat dan solusi. Rencana pemasaran Anda harus dengan jelas mengidentifikasi manfaat yang akan diterima pelanggan. Fokus pada apa yang pelanggan dapatkan, bukan pada apa yang Anda berikan. Fokus pada diferensiasi. Produk dan layanan Anda harus menonjol dari persaingan dalam beberapa hal. Bagaimana Anda akan bersaing dalam hal harga, produk, atau layanan? Baca juga 15 Aplikasi Pendukung Sales dan Marketing Terbaik – Operations Langkah selanjutnya dalam membuat bisnis plan Anda adalah mengembangkan Rencana Operations yang akan melayani pelanggan Anda, menjaga agar biaya operasional Anda tetap sesuai, dan memastikan profitabilitas. Rencana operations Anda harus merinci strategi untuk mengelola, mengatur staf, manufaktur, fulfillment, inventaris–semua hal yang terlibat dalam menjalankan bisnis Anda setiap hari. Tujuan Anda dalam membuat Operations plan adalah dengan menjawab pertanyaan kunci berikut Fasilitas, peralatan, dan perlengkapan apa yang Anda butuhkan? Apa struktur organisasi Anda? Siapa yang bertanggung jawab atas aspek bisnis apa? Apakah penelitian dan pengembangan diperlukan, baik selama start up atau saat operations sedang berjalan? Jika demikian, bagaimana Anda akan menyelesaikan tugas tersebut? Apa kebutuhan staf awal Anda? Kapan dan bagaimana Anda akan menambah staf? Bagaimana Anda akan membangun hubungan bisnis dengan vendor dan pemasok? Apakah hubungan itu akan memengaruhi operasi Anda sehari-hari? Apabila operasi Anda akan berubah seiring pertumbuhan perusahaan, langkah-langkah apa yang akan Anda ambil untuk memangkas biaya jika perusahaan pada awalnya tidak berkinerja sesuai harapan? – Tim Manajemen Banyak investor dan pemberi pinjaman merasa kualitas dan pengalaman tim manajemen adalah salah satu faktor terpenting yang digunakan untuk mengevaluasi potensi bisnis baru. Dengan mengandalkan pekerjaan terhadap Tim Manajemen tidak hanya akan menguntungkan orang-orang yang mungkin membaca rencana Anda tetapi juga akan membantu Anda mengevaluasi skill, pengalaman, dan sumber daya yang dibutuhkan tim manajemen Anda. Memenuhi kebutuhan perusahaan Anda melalui eksekusi oleh tim manajemen yang baik akan berdampak besar pada peluang Anda untuk sukses. Pertanyaan penting untuk dijawab dalam membentuk tim manajemen Siapa pemimpin kuncinya? Jika orang yang sebenarnya belum diidentifikasi, jelaskan jenis orang yang dibutuhkan. Apa pengalaman, latar belakang pendidikan, dan keterampilan mereka? Apakah key leader Anda memiliki pengalaman di industri terkait? Jika tidak, pengalaman apa yang mereka bawa ke bisnis Anda yang dapat diterapkan? Apa jobdesc di setiap posisi? Membuat bagan organisasi mungkin dapat membantu. Wewenang apa yang diberikan kepada dan tanggung jawab apa yang diharapkan dalam setiap posisi? Berapa tingkat gaji yang diperlukan untuk menarik kandidat yang memenuhi syarat untuk setiap posisi? Apakah struktur gaji untuk perusahaan berdasarkan posisi? – Analisis Keuangan Proyeksi dan perkiraan keuangan dapat membantu pengusaha, pemberi pinjaman, dan investor atau pemberi pinjaman mengevaluasi secara objektif potensi keberhasilan perusahaan. Jika sebuah bisnis mencari pendanaan dari luar, memberikan laporan dan analisis keuangan yang komprehensif sangat penting. Tetapi yang paling penting, proyeksi keuangan memberi tahu Anda apakah bisnis Anda memiliki peluang untuk bertahan–dan jika tidak, memberi tahu Anda bahwa Anda memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sebagian besar rencana bisnis mencakup setidaknya lima laporan atau proyeksi dasar Neraca Menggambarkan posisi kas perusahaan termasuk aset, kewajiban, pemegang saham, dan laba ditahan untuk mendanai operations mendatang atau untuk melayani sebagai pendanaan untuk ekspansi dan pertumbuhan. Angka ini menunjukkan kesehatan pada keuangan bisnis. Laporan Laba Rugi Juga disebut laporan Laba Rugi, laporan ini mencantumkan proyeksi pendapatan dan pengeluaran. Ini menunjukkan apakah sebuah perusahaan akan menguntungkan selama periode waktu tertentu. Laporan Arus Kas Proyeksi penerimaan kas dan pengeluaran pengeluaran. Ini menunjukkan bagaimana dan kapan uang tunai akan mengalir melalui bisnis; tanpa uang tunai, pembayaran termasuk gaji tidak dapat dilakukan. Anggaran Operasi Rincian pendapatan dan pengeluaran yang terperinci; memberikan panduan tentang bagaimana perusahaan akan beroperasi dari sudut pandang “dolar”. Analisis Break-Even Proyeksi pendapatan yang dibutuhkan untuk menutupi semua biaya tetap dan variabel. Menunjukkan kapan, dalam kondisi tertentu, sebuah bisnis dapat diharapkan menjadi menguntungkan. Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang! Bagaiman Cara Membuat Business Plan dengan Baik? Setelah Anda memahami konsep business plan di atas, selanjutnya Anda perlu memahami cara membuat bisnis plan dengan baik dengan langkah sebagai berikut 1. Tentukan Visi, Misi dan Objektif Bisnis bukan bicara soal pencapaian satu atau dua bulan saja. Tetapi bicara jangka panjang yang bisa saja berupuluh tahun lamanya hingga lintas generasi. Inilah mengapa penting untuk membangun bisnis memiliki visi, misi, dan objektif yang jelas. Terlebih pada visi yang merupakan rencana jangka panjang dan selaras dengan objektif. Dengan memiliki visi, misi, dan objektif yang jelas, maka perusahaan tak akan bingung dalam merancang rencana bisnis ke depan. 2. Menentukan Target Market dan Audiens Untuk bisa membuat sebuah bisnis plan, Anda tentu harus menentukan target market dan audiens dari perusahaan Anda. Untuk target market Anda dapat melihat pada konsep yang telah kami jelaskan di atas. Lalu bagaimana dengan audiens? ada beberapa aspek dalam menarget suatu audiens sebagai berikut Apa gendernya? Berapa usianya? Apa pendidikannya? Seperti apa status sosial ekonominya? Berada di mana tinggalnya? Itu adalah poin-poin yang perlu ditentukan pada target market Anda. Dengan memiliki target market dan audiens yang jelas, maka perusahaan lebih memudahkan Anda dalam membuat berbagai strategi pada bisnis plan Anda nantinya. 3. Membuat Company Profile Company profile adalah hal yang harus dipikirkan sebelum Anda menjalankan suatu bisnis. Ini adalah aspek penting dalam bisnis plan Anda, dimana tujuan dari company profile adalah agar calon pelanggan tahu siapa Anda, apa yang Anda tawarkan, dan bagaimana perusahaan Anda memiliki value dalam berbisnis. Membuat company profile juga sangat penting khususnya bagi Anda yang akan melakukan pitching ke investor atau peminjam. Buat company profile secara jelas, detail, dan persuasif agar Anda dapat dipercaya oleh pelanggan maupun investor. 4. Mencatat Transaksi Keuangan Bisnis dapat tumbuh dan sustain berkat pencatatan keuangan yang jelas, terperinci, dan transparan. Dengan adanya pencatatan keuangan, Anda bisa melakukan evaluasi menyeluruh atas pendapatan dan pengeluaran. Tidak hanya itu, pencatatan keuangan yang baik juga akan membuat investor semakin percaya untuk memberikan dana kepada bisnis Anda. 5. Buat Strategi Marketing yang Baik Ya, seperti yang sudah dijelaskan pada konsep bisnis plan, bahwa memiliki strategi marketing sangat penting agar pelanggan tahu bahwa produk Anda “ada”. Bagaimana produk hebat Anda bisa booming jika Anda tidak tahu cara memasarkannya yang baik dan benar? Strategi marketing yang baik bukan hanya tentang hard selling atau Anda hanya menjual, jual, dan jual. Anda perlu memberikan experience kepada pelanggan mengenai bagaimana produk atau jasa yang Anda tawarkan, dapat memberikan solusi terhadap masalah yang pelanggan Anda alami. Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang! Rekomendasi 15 Aplikasi Digital Marketing Terbaik untuk Bisnis Online Sudah Tahu Kan Cara Membuat Business Plan dengan Baik? Ayo Terapkan Sekarang! Setelah Anda memahami cara membuat bisnis plan, gunakan cara tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis agar sesuai jalur yang sudah direncanakan. Atau bisa Anda keluarkan ketika menemui calon investor Salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah dengan memberikan pelayanan pelanggan yang baik. dapat memberikan solusi untuk meningkatkan penjualan dan otomatisasi layanan pelanggan melalui Instagram API, Omnichannel Facebook Messenger, dan WhatsApp Bisnis API. Semua layanan pelanggan pada social media Anda dapat dijalankan dalam 1 platform. Terlebih, telah dipercaya lebih dari 3000 bisnis untuk meningkatkan usahanya. Coba gratis penawaran kami hari ini. Atau dengan mengisi form di bawah ini [ninja_form id=2]
Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang apa itu Sales & Operation Planning S&OP ? Kenapa itu begitu penting? Dan apa akibatnya kalau Anda gagal dalam menjalankan proses yang satu ini. Tapi, sebelum kita bahas topik penting ini lebih jauh, pastikan kalau Anda juga sudah bergabung dengan scmguide telegram channel karena ada lebih banyak lagi yang saya bagikan di sana. Oke, sekarang, ayo kita lihat lebih jauh. Apa itu Sales & Operation Planning S&OPApa output dari Sales & Operation Planning?Kenapa Sales & Operation Planning penting?Menyelaraskan rencana penjualan dan operasiMemastikan ketersediaan kapasitasMemastikan ketersediaan bahan bakuMemastikan kapasitas gudang penyimpananMemastikan kapasitas logistikMemastikan sumber keuangan tersediaPerencanaan overtimeApa akibat dari ngga menjalankan Sales & Operation PlanningKetidaksesuaian stok dengan kebutuhan penjualanGudang yang penuhRencana penjualan yang ngga terpenuhiPangsa pasar Anda direbut kompetitorKekurangan kapasitas produksi, gudang, dan supplierKehilangan arah bisnisKesimpulan Pertanyaan pertamanya, tentu saja adalah apa yang dimaksud dengan Sales & Operation Planning S&OP? Gampangnya, sesuai dengann namanya, Sales & Operation Planning adalah sebuah proses, atau aktifitas, untuk membuat rencana penjualan dan operasi. Sederhana kan? Terus, kenapa harus menggabungkan sales dan operation? Kenapa ngga masing-masing fungsi membuat rencana mereka secara terpisah saja? Anda tentu tahu, untuk membuat sebuah bisnis berhasil, itu melibatkan banyak fungsi dalam satu organisasi. Bahkan dengan fungsi yang ada di organisasi di luar perusahaan Anda, seperti dengan supplier atau 3PL, misalnya. Di internal organisasi Anda sendiri, akan ada hubungan antara sales, manufaktur, purchasing, finance, logistik, quality, sampai marketing, untuk membuat bisnis Anda bisa memenangkan persaingan. Nah, sekarang bayangkan kalau setiap fungsi tersebut membuat rencana mereka masing-masing. Bayangkan kalau semua fungsi bergerak berdasarkan asumsi mereka sendiri-sendiri. Apa yang akan terjadi? Kacau balau. Itu yang pasti. Karena itulah, perlu ada satu angka yang sama, yang dipegang oleh semua fungsi, yang mereka gunakan sebagai dasar dari aktifitas mereka masing-masing. Dan angka itu cuma bisa Anda hasilkan lewat proses Sales & Operation Planning. Apa output dari Sales & Operation Planning? Memangnya Sales & Operation Planning S&OP ini menghasilkan apa sih? S&OP akan menghasilkan satu angka yang sama terkait dengan rencana penjualan dan operasi. Memangnya untuk apa angka ini? Angka inilah yang nantinya bisa Anda turunkan menjadi sebuah rencana pembelian bahan baku, rencana produksi, jadual pengiriman produk, dan sebagainya. Plus, angka tersebut juga bisa Anda gunakan dalam perencanaan kapasitas Anda, baik itu kapasitas produksi, gudang, logistik, 3PL, bahkan sampai kapasitas dari supplier Anda. Kenapa Sales & Operation Planning penting? S&OP menjadi penting karena beberapa poin berikut. Menyelaraskan rencana penjualan dan operasi Ya, S&OP menjadi penting karena fungsinya dalam menyelaraskan rencana penjualan dan operasi. Sales dan Operation jelas berada dalam satu organisasi yang sama. Dan tentu saja, karena itulah rencana dari kedua fungsi besar tersebut haruslah selaras. Karena fungsi yang satu, akan mendukung fungsi yang lain, dan sebaliknya. Nah, S&OP penting karena fungsinya dalam menyelaraskan kedua fungsi besar organisasi tersebut. Anda juga pasti suka Cara Menerapkan Daily closing, Sebuah Aktifitas Penting dalam Supply Chain Anda7 Tips Penting Pemenuhan Pesanan untuk Mengelola Penjualan Peak Season Memastikan ketersediaan kapasitas Tentu saja rencana yang sudah disepakati haruslah rencana yang bisa dijalankan. Dan untuk bisa mengeksekusi rencana tersebut, Anda harus tahu seberapa besar kapasitas setiap fungsi dalam organisasi Anda, baik itu kapasitas produksi, gudang, sampai ke supplier. Memastikan ketersediaan bahan baku Bagaimana mungkin Anda bisa menghasilkan produk jadi tanpa adanya bahan baku kan? Karena itulah, pada proses S&OP ini, ketersediaan bahan baku merupakan salah satu faktor yang juga akan dipastikan. Apakah on-hand stock Anda masih mencukupi? Atau, masih Anda masih harus membuka PO ke supplier? Berapa lama bahan baku tersebut akan sampai ke tangan Anda setelah Anda membuka PO? Itulah beberapa pertanyaan yang akan terjawab dalam Sales & Operation Planning. Memastikan kapasitas gudang penyimpanan Oke, sekarang Anda tahu kalau kapasitas produksi Anda tersedia. Pun begitu dengan ketersediaan bahan baku. Apakah kemudian rencana Anda bisa langsung dieksekusi? Nanti dulu. Kalau ternyata ada peningkatan rencana sales dan produksi, apakah itu juga berimbas pada kenaikan stok Anda atau ngga? Kalau iya, bagaimana dengan kapasitas gudang Anda? Apakah bisa menampung tambahan stok tersebut? Dan ngga cuma gudang produk jadi Anda saja, gudang bahan baku Anda pun perlu Anda periksa ketersediaannya. Jangan-jangan gudang Anda ngga cukup untuk menyimpan semua tambahan produk jadi dan bahan baku tersebut. Jangan-jangan Anda perlu untuk menyewa gudang baru lagi. Memastikan kapasitas logistik Apakah Anda yakin Anda punya cukup armada untuk mengirimkan produk-produk Anda ke customer? Jangan sampai Anda kehilangan kesempatan menjual cuma karena armada Anda ngga cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Anda. S&OP bisa jadi ajang untuk memastikan hal ini pada tim logistik Anda. Memastikan sumber keuangan tersedia Membayar overtime, membeli bahan baku, atau membayar kebutuhan bisnis lainnya, tentu butuh uang. Apakah Anda punya cukup uang untuk membayar semua biaya tersebut? Atau, jangan-jangan uang Anda terikat semua dalam bentuk inventory sehingga Anda ngga punya cukup cash untuk membiayai operasional Anda? Atau, Anda perlu melakukan beberapa penghematan di sana-sini supaya bisa menjalankan rencana Anda? Kehadiran fungsi Finance dan Accounting akan bisa memberikan gambaran mengenai hal ini dalam proses S&OP. Perencanaan overtime Terkadang, kebutuhan sales ngga bisa Anda penuhi di waktu kerja normal. Anda perlu bekerja overtime. Pertanyaannya, berapa jam? Kapan? Apakah Anda perlu overtime setiap hari? Atau, perlu bekerja di akhir pekan? Itu semua bisa Anda bahas dalam Sales & Operation Planning meeting. Apa akibat dari ngga menjalankan Sales & Operation Planning Dengan begitu banyaknya alasan yang menjadikan S&OP begitu penting, apa yang akan terjadi kalau Anda ngga menjalankan proses ini? Ayo kita lihat apa dampak yang akan Anda terima kalau Anda gagal menjalankan proses yang satu ini. Anda juga pasti suka Mana yang Harus Anda Pilih, Satu atau Banyak Supplier?16 Cara Mengukur Kinerja Supply Chain dengan Efektif Ketidaksesuaian stok dengan kebutuhan penjualan Karena produksi dan sales punya rencana mereka sendiri-sendiri, tentu akibatnya apa yang diproduksi jadi ngga sesuai dengan apa yang dibutuhkan sales. Nah, dampak lebih jauh lagi adalah stok tersebut sangat mungkin untuk menjadi deadstock. Ngga bergerak. Kalau pun bergerak, sangat lambat. Apalagi kalau produk Anda punya masa kadaluwarsa. Anda akan punya risiko kalau produk Anda jadi ngga bisa dijual lagi. Akhirnya? Tentu saja Anda harus membuangnya. Atau, menjualnya dengan harga diskon cuma untuk mengurangi kerugian yang lebih besar tanpa bisa mengambil untung. Gudang yang penuh Stok ngga bergerak di gudang Anda, akan membuat stok yang baru diproduksi jadi ngga bisa masuk karena semua lokasi yang ada sudah penuh terisi. Anda terpaksa harus membangun gudang tambahan. Atau, setidaknya menyewa. Dan ini tentu saja merupakan biaya tambahan untuk operasional Anda. Penuhnya gudang ini juga ngga cuma terjadi untuk gudang produk jadi, tapi juga untuk gudang bahan baku karena apa yang sudah Anda beli ngga Anda gunakan untuk diproduksi. Bagaimana kalau Anda memaksakan untuk menyimpan stok tersebut dengan gudang yang ada? Operasional Anda akan sangat terganggu karena ngga tersedianya area yang cukup untuk beroperasi. Akibatnya, keselamatan kerja Andalah yang menjadi taruhannya. Belum lagi risiko defect karena kesalahan handling tim gudang Anda karena harus beroperasi di area yang ngga ideal. Rencana penjualan yang ngga terpenuhi Tentu saja karena stok yang Anda punya ngga sama dengan apa yang bagian penjualan butuhkan, Anda jadi ngga bisa memenuhi rencana penjualan Anda. Atau, bahan baku yang Anda punya ngga sesuai dengan kebutuhan produk yang dibutuhkan bagian penjualan. Akibatnya, Anda ngga bisa memproduksi produk yang dibutuhkan. Ujung-ujungnya, tentu saja lagi-lagi Anda ngga bisa memenuhi rencana penjualan. Pangsa pasar Anda direbut kompetitor Karena produk yang Anda punya ngga sesuai dengan apa yang sales butuhkan, atau dengan kata lain yang customer Anda butuhkan, maka ketersediaan produk Anda pun otomatis akan berkurang di pasaran. Hal ini tentunya ngga akan disia-siakan kompetitor Anda. Mereka akan dengan cepat bergerak untuk merebut pangsa pasar Anda. Dan sedikit demi sedikit, Anda akan terlempar dari persaingan. Anda cuma akan menjadi penonton dari pinggir arena. Kekurangan kapasitas produksi, gudang, dan supplier Karena Anda ngga tahu seberapa besar volume yang bisnis Anda butuhkan, Anda jadi ngga mempersiapkan apa pun untuk memenuhi itu. Sangat mungkin terjadi pada saat pangsa pasar Anda bertambah, Anda ngga siap. Kapasitas produksi Anda kurang. Pun begitu dengan kapasitas gudang dan supplier. Untuk menambah kapasitas? Ngga secepat itu. Butuh waktu. Anda mungkin sudah terlambat pada saat kapasitas Anda tersedia. Kehilangan arah bisnis Tanpa adanya Sales & Operation Planning S&OP yang efektif, ngga ada yang tahu ke mana bisnis Anda sedang bergerak. Apakah bulan ini lebih baik dari bulan sebelumnya? Atau, apakah tahun ini lebih buruk dari sebelumnya? Tanpa tahu sedang ke mana bisnis Anda sedang bergerak, Anda ngga akan pernah tahu apa yang harus Anda lakukan. Anda seperti berjalan dalam gelap, hanya meraba-raba. Dan pertanyaan penting lainnya adalah bagaimana cara melakukan Sales & Operation Planning yang efektif? Pertanyaan itu akan saya bahas pada postingan berikutnya ya. Kesimpulan Sales & Operation Planning S&OP adalah sebuah proses yang sangat penting. Anda ngga boleh mengabaikan proses yang satu ini. Keselarasan antara rencana sales dan operation akan membuat bisnis Anda berjalan lebih efektif dan efisien. Tanpa ada, atau hanya dengan sedikit saja, pemborosan. Apa yang akan Anda dapatkan adalah target sales yang terpenuhi, kapasitas produksi, gudang, dan supplier yang tersedia dengan cukup ngga berlebihan, cost yang efektif, dan tentu saja bisnis yang terus bertumbuh. Dan jangan lupa, ada persaingan yang juga akan Anda menangkan. Bagaimana pengalaman Anda terkait dengan Sales & Operation Planning S&OP di tempat Anda? Silakan bagikan di kolom komentar di bawah ini ya. Kalau Anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan Anda yang lain supaya mereka mendapatkan manfaat yang sama. Gabung juga dengan scmguide telegram channel karena ada banyak lagi yang saya bagikan di sana. Anda boleh menggunakan semua artikel dalam blog ini untuk apapun keperluan Anda, termasuk tujuan komersil, tanpa perlu memberikan atribusi. Semoga bermanfaat!
DESKRIPSI Sales and Operation Planning S&OP merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan untuk meningkatkan performansi Supply Chain Management. Sales & Operations Planning S&OP terbukti menjadi cara ampuh seimbangkan Supply dan Demand. S&OP, merupakan dasar dari pembuatan rencana aktifitas lainnya seperti rencana operasional, financial, kapasitas, man power dan lainnya. Ketidakakurasian dan kegagalan S&OP akan berakibat buruk bagi aktifitas yang lain, seperti tingginya inventory, kekurangan cash dan lainnya. Maka pada saat ini, banyak perusahaan besar yang sudah mengaplikasikanS&OP. Sales and Operation Planning Training akan mengulas pemahaman terhadap aspek konseptual S&OP serta hal hal yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan dalam mengimplementasikan S&OP. TUJUAN Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta dapat memahami tentang konsep aplikasi dan langkah langkah dalam menerapkan Toyota Production System. MATERI TRAINING Pengantar Sales & Operations Planning Pengantar Supply Chain Management Bagaimana S&OP support Supply Chain Management? Tools-tools dalam S&OP Lima Langkah Proses S&OP Proses Demand Planning Proses Supply Planning Orgainzation for S&OP Studi kasus S&OP PESERTA TRAINING Umum Praktisi Industri dan Pemerintah, Akademisi Dosen dan Mahasiswa, serta pengusaha yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu Supply Chain Management. Instruktur Dr. Ir. Elisa Kusrini,MT,CPIM, CSCP dan Tim Instruktur
Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Perencanaan Penjualan dan Operasi Pengertian dan Cara Membuatnya Perencanaan Penjualan dan Operasi Pengertian dan Cara Membuatnya Perusahaan menggunakan berbagai metrik dan proses perencanaan untuk menetapkan proyeksi dan prakiraan untuk bisnis mereka. Salah satu proses yang populer adalah membuat perencanaan penjualan dan operasi, yang membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya secara tepat berdasarkan proyeksi penawaran dan permintaan. Membuat rencana penjualan dan operasi adalah langkah cerdas untuk perencanaan proaktif dan dapat menghemat uang perusahaan. Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu perencanaan penjualan dan operasi, menjelaskan mengapa itu penting, memberikan langkah-langkah untuk membuatnya, dan membuat daftar manfaat menggunakannya. Apa itu Perencanaan Penjulan dan Operasi? Perencanaan penjualan dan operasi, atau sales and operations plan S&OP, adalah proyeksi penawaran dan permintaan untuk bisnis atau organisasi. Kadang-kadang disebut perencanaan agregat, biasanya dikuratori setiap bulan oleh berbagai departemen dan pimpinan perusahaan. Ini menganalisis proses rantai pasokan untuk dampak pada penjualan, pemasaran, manajemen permintaan, produksi, manajemen inventaris, dan pengenalan produk baru. Tujuan S&OP adalah rencana operasi tunggal yang mengelola sumber daya untuk seluruh perusahaan. Laporan S&OP memperkirakan permintaan rantai pasokan dan membuat rekomendasi untuk struktur untuk mendukung kebutuhan pelanggan dan mempertahankan profitabilitas. Berbagai pemimpin departemen membuat rekomendasi yang dikompilasi menjadi laporan bagi eksekutif perusahaan untuk ditinjau dan digunakan. S&OP paling umum di organisasi besar yang membutuhkan perencanaan operasional khusus karena mereka sering memiliki banyak karyawan, departemen, dan bahkan mungkin beberapa lokasi yang memerlukan pengorganisasian. Perusahaan yang lebih kecil sering kali dapat membuat rencana operasional jangka pendek dan jangka panjang dengan metrik lain yang membutuhkan lebih sedikit waktu dan sumber daya untuk dikompilasi. Baca juga Cara Berpikir Kreatif yang Tepat Untuk Strategi Pemasaran Usaha Anda Mengapa Perencanaan Penjualan dan Operasi Penting? Perencanaan penjualan dan operas penting karena menginformasikan alokasi sumber daya yang penting dan menghubungkan berbagai elemen perusahaan. S&OP membandingkan permintaan yang diproyeksikan dengan pasokan yang diproyeksikan, yang dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan melalui manajemen sumber daya berbasis data. Perusahaan biasanya menghasilkan laporan ini setiap bulan, dan frekuensi proses berulang ini berarti bahwa bisnis secara teratur mengevaluasi dan memperbarui sumber daya layanan dan biaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan perusahaan. Cara Membuat Perencanaan Penjualan dan Operasi Membuat rencana penjualan dan operasi memerlukan pengumpulan dan analisis data yang sering. Ikuti langkah-langkah ini untuk membuat rencana penjualan dan operasi yang berguna 1. Tinjau produk Divisi atau departemen penelitian dan pengembangan meninjau keberhasilan produk, pengembangan produk baru, dan aspek lain dari desain dan pengembangan produk yang dapat mereka tingkatkan pada langkah pertama proses. Mereka menggunakan metrik pada penjualan dan biaya produksi untuk membantu menginformasikan arah mereka. Biasanya, karyawan ini akan membuat laporan yang disertakan dalam dokumen S&OP secara keseluruhan. 2. Menilai permintaan Tim penjualan, pemasaran, dan produksi bekerja sama untuk menentukan potensi permintaan produk. Karyawan ini menggunakan analitik dari upaya pemasaran dan angka penjualan di masa lalu dan saat ini untuk memproyeksikan seberapa tinggi permintaan di bulan mendatang. Seperti tim riset dan pengembangan, grup ini membuat laporan untuk dimasukkan ke dalam laporan akhir. Baca juga Proses Penjualan Pengertian, Manfaat, dan Tahapannya dalam Bisnis 3. Evaluasi pasokan Dengan menggunakan informasi yang diberikan oleh tim produksi dan permintaan, karyawan mengevaluasi pasokan produk untuk bulan mendatang. Mereka mungkin melihat stok produk saat ini dan membandingkannya dengan proyeksi penjualan untuk menentukan berapa banyak produk tambahan yang harus dibuat dan disimpan. Mereka mencatat proyeksi dan rekomendasi ini untuk disertakan dalam laporan S&OP akhir. 4. Analisis keuangan Tim keuangan mengevaluasi penjualan dan biaya bulan sebelumnya untuk menginformasikan alokasi sumber daya ke departemen lain. Tahap dalam proses S&OP ini menggunakan S&OP bulan lalu bersama dengan data dari departemen lain untuk membuat perkiraan pengeluaran dan pendapatan untuk perusahaan. Mereka juga menulis informasi ini untuk laporan S&OP akhir. 5. Siapkan elemen Sebelum membuat laporan S&OP akhir, berbagai tingkat kepemimpinan perusahaan mengadakan serangkaian pertemuan untuk meninjau semua informasi dan laporan yang dibuat oleh tim riset, pengembangan, penjualan, pemasaran, dan produksi. Mereka menggunakan laporan dan metrik yang disediakan untuk menentukan tindakan yang efektif bagi seluruh organisasi untuk bergerak maju. 6. Buat laporan Terakhir, karyawan membuat laporan komprehensif yang merinci informasi yang mereka kumpulkan dari berbagai departemen dan kesimpulan yang mereka capai dalam rapat pimpinan. Mereka kemudian akan membagikan laporan ini, penjualan akhir dan rencana operasi untuk bulan itu, dengan eksekutif tingkat atas yang membuat keputusan sumber daya akhir untuk perusahaan. Baca juga 9 Struktur Komisi Penjualan dan Tips Memilihnya untuk Bisnis Anda Manfaat Perencanaan Penjualan dan Operasi Perencanaan penjualan dan operasi memberi perusahaan berbagai manfaat yang mencakup kohesi perusahaan hingga peningkatan profitabilitas, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan Memahami operasi secara holistik S&OP memberi karyawan pandangan holistik tentang operasi perusahaan. Karena S&OP menggabungkan informasi dan data dari berbagai departemen, orang-orang dapat memperoleh gambaran akurat tentang keseluruhan operasi. Kolaborasi terpadu Dengan S&OP, setiap karyawan di perusahaan menerima informasi yang sama. Hal ini meningkatkan kerjasama dan perencanaan antar departemen. Layanan pelanggan yang ditingkatkan S&OP mengidentifikasi produk dengan penjualan tinggi dan strategi pemasaran yang efektif, yang membantu karyawan mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik. Peningkatan keuntungan Dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang menghasilkan uang dan bagaimana mengalokasikan sumber daya, sebagian besar perusahaan dapat melihat peningkatan profitabilitas. Pendapatan yang lebih tinggi Penilaian produk, penawaran, dan permintaan dari S&OP memastikan bahwa bisnis menggunakan sumber dayanya dengan tepat, yang akan menghasilkan peningkatan pendapatan. Persediaan yang berkurang Persediaan yang lebih sedikit berarti bahwa perusahaan menghabiskan lebih sedikit untuk produksi dan penyimpanan persediaan yang tidak perlu, yang menghemat uang perusahaan. Peningkatan waktu tunggu Dengan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pelanggan dan tim pemasaran dan penjualan yang sangat selaras, perusahaan mungkin melihat waktu tunggu yang lebih singkat dan penjualan yang lebih cepat. Peningkatan waktu respons Rencana penjualan dan operasi di seluruh perusahaan yang jelas berarti semua orang di perusahaan tahu apa yang diharapkan dari departemen mereka dan diri mereka sendiri, yang mengarah pada respons yang lebih cepat pada tugas dan tantangan. Manajemen yang lebih baik Ketika manajer mengetahui bagaimana produk kerja tim mereka berdampak pada perusahaan secara keseluruhan, mereka dapat mengelola karyawan mereka dengan lebih baik dan memberi mereka sumber daya dan dukungan yang mereka butuhkan untuk memenuhi tujuan dan tenggat waktu. Baca juga Manajemen Penjualan Pengertian, Proses, Tujuan, Fungsi, Siklus dan Manfaatnya Kesimpulan Itulah pembahasan lengkap mengenai perencanaan penjualan dan operasi beserta tahapan dan manfaatnya yang akan Anda dapatkan dalam bisnis Anda. Hal lain yang penting harus direncanakan dalam bisnis adalah proses perencanaan keuangan yang efektif untuk memastikan kesehatan finansial pada bisnis Anda. Lakukan pencatatan pembukuan agar seluruh transaksi yang terjadi bisa pantau dan membuat Anda mengambil keputusan yang lebih baik berdasartkan data keuangan yang optimal. Hindari proses pembukuan manual yang memakan waktu dan beralihlah menggunakan sistem akuntansi cloud yang lebih praktis, aman, dan mudah, salah satunya dengan menggunakan software akuntansi Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun dan digunakan oleh lebih dari 370 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia. Anda juga bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini Seorang wanita lulusan ilmu marketing. Di Accurate Online, wanita ini akan membagikan berbagai hal yang sudah dipelajarinya tentang strategi dan tips marketing, digital marketing, serta berbagai hal yang berkaitan di dalamnya. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link
Postingan kali ini, saya akan membahas tentang apa itu Sales and Operation Planning S&OP, kenapa itu penting, dan bagaimana melakukannya dengan efektif. Ngga pakai berlama-lama, ayo kita bahas topik penting yang satu ini. Tapi sebelum itu, pastikan kalau Anda juga sudah bergabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini dan lebih banyak insight seputar supply chain management lainnya. Kenapa Sales and Operation Planning pentingKapasitas operasi yang ngga mencukupiCompetitor movementKemampuan finansialRencana ke depan dari tiap fungsiKetersediaan material di pasarRencana overhaulApa keuntungan dari Sales & Operation PlanningPunya angka yang samaPunya visi dan misi yang samaTransparansiKeputusan cepat diambilBagaimana cara melakukan Sales & Operation Planning yang efektifSales forecastAnalisa oleh semua fungsiKoordinasi antar fungsiSampaikan hasil studi dalam meetingKeputusan Top ManagementLakukan secara regulerApa yang menghambat Sales & Operation Planning S&OPSiapa saja yang harus bergabung dalam S&OP meetingSalesPPICFinanceFungsi lain dalam perusahaanTop ManagementKesimpulan Sales and Operation Planning penting dalam supply chain karena proses ini akan menyelaraskan antara kebutuhan sales dengan kapasitas operasi Anda. Angka rencana penjualan yang tinggi ngga akan ada artinya tanpa didukung oleh kapasitas operasi yang memadai kan? Begitu juga sebaliknya, Anda ngga butuh kapasitas operasi yang besar kalau tim Sales Anda ngga membutuhkan produk sebanyak itu. Karena itu, sangat penting untuk punya rencana penjualan dan kapasitas operasi yang selaras. Dalam sebuah Sales and Operation Planning meeting, Anda akan banyak membahas tentang isu-isu strategis yang bisa menghambat tercapainya target perusahaan. Apa saja hambatan yang mungkin terjadi? Berikut ini adalah beberapa di antaranya. Kapasitas operasi yang ngga mencukupi Kapasitas operasi yang saya maksud di sini bukan cuma kapasitas lini produksi Anda saja. Tapi juga mencakup kapasitas gudang penyimpanan Anda, armada transportasi Anda, dan tentu saja supplier Anda. Kalau Anda luput memperhitungkan salah satu di antaranya, maka keseluruhan kapasitas operasi Anda akan berkurang. Competitor movement Anda ngga berada di pasar sendirian. Anda punya kompetitor. Dan mereka ngga berdiam diri begitu saja. Mereka juga aktif dalam mencari cara meningkatkan pangsa pasar mereka. Mereka mengadakan promosi, memberi discount, meluncurkan produk baru, dan banyak lagi. Anda harus memperhatikan hal ini. Kalau ngga, Anda akan kalah dalam persaingan yang sebenarnya di pasar. Anda juga harus punya cara untuk bisa merebut pasar dari tangan kompetitor Anda. Kemampuan finansial Operasi Anda tentu membutuhkan kemampuan finansial yang sepadan. Anda ngga bisa membuat aktivitas apa pun kalau ngga didukung kemampuan finansial yang cukup. Karena itu, kemampuan finansial perusahaan Anda mungkin akan membatasi pergerakan Anda untuk beroperasi. Jadi, pastikan Anda bisa memaksimalkan kemampuan finansial tersebut untuk mencapai tujuan operasi Anda. Rencana ke depan dari tiap fungsi Setiap fungsi dalam sebuah supply chain tentu punya agenda mereka sendiri-sendiri. Yang terkadang, agenda tersebut bisa saling bertentangan antara fungsi yang satu dengan yang lainnya. Kalau sudah begitu, maka mencapai tujuan perusahaan akan menjadi sulit karena ngga selarasnya fungsi-fungsi yang ada di dalamnya. Ketersediaan material di pasar Beberapa waktu belakangan ini, sempat terjadi kelangkaan beberapa komponen otomotif di pasar. Ini tentu membuat banyak perusahaan merevisi target penjualan mereka. Kasus seperti ini adalah salah satu topik yang harus dibahas dalam sebuah S&OP meeting. Rencana overhaul Sebuah mesin ngga bisa berjalan selamanya tanpa ada pemeliharaan. Dan ketika tiba saatnya pemeliharaan mesin, tentu saja operasi Anda harus berhenti selama beberapa waktu. Anda harus memperhitungkan hal ini dalam Sales & Operation Planning Anda. Anda juga pasti suka Apakah Punya Excess Inventory Bisa Menguntungkan Bisnis Anda? Apa itu Sourcing? Bagaimana Melakukan Sourcing yang Efektif? Apa keuntungan dari Sales & Operation Planning Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan S&OP. Ayo kita lihat. Punya angka yang sama Hasil dari Sales & Operation Planning adalah semua fungsi akan memegang angka penjualan dan produksi yang sama. Itu akan menjadi acuan mereka menjalankan operasi sehari-hari. Dengan berpegang pada angka yang sama, maka semua fungsi juga akan bergerak ke arah yang sama. Ngga ada lagi fungsi-fungsi yang bergerak sendiri-sendiri, apalagi berjalan ke arah yang berlawanan. Punya visi dan misi yang sama Seringkali Sales dan Operation punya kepentingan mereka sendiri-sendiri. Tim Sales kadang menyalahkan tim Operasi karena ngga menyediakan produk yang mereka butuhkan. Sedangkan Tim Operasi menyalahkan tim Sales karena ngga memberikan sales forecast yang akurat. Dengan adanya S&OP, kedua fungsi besar ini jadi punya visi dan misi yang sama, selaras dengan tujuan perusahaan. Transparansi Ketika S&OP berjalan efektif, semua orang akan bisa melihat peluang dan risiko yang ada di depan mereka. Semua menjadi transparan. Dan itu adalah awal yang bagus untuk berjalannnya kerjasama antar fungsi ke depan. Keputusan cepat diambil Hadirnya Top Management sebagai pengambil keputusan akhir dalam S&OP meeting tentu sangat membantu ketika terjadi deadlock antara fungsi yang satu dengan yang lain. Top Management bisa segera memutuskan langkah selanjutnya untuk diambil oleh fungsi-fungsi yang terkait. Ngga ada lagi kondisi di mana fungsi yang satu lebih besar dari fungsi yang lainnya. Semua harus mengikuti keputusan final tersebut. Bagaimana cara melakukan Sales & Operation Planning yang efektif Kita sampai ke bagian pentingnya. Bagaimana S&OP bisa berjalan dengan efektif? Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Sales forecast Tim Sales Anda harus memberikan proyeksi penjualan jangka pendek mereka, misal untuk satu tahun ke depan, pada semua fungsi. Ini penting karena akan menjadi dasar bagi semua fungsi untuk me-review kapasitas operasi mereka saat ini dan menentukan langkah selanjutnya. Analisa oleh semua fungsi Berdasarkan sales forecast yang diberikan, setiap fungsi harus menganalisa dan menentukan apakah mereka bisa men-support angka penjualan tersebut atau ngga. Kalau ngga, mereka harus mendefinisikan apa yang mereka butuhkan untuk bisa memenuhi angka tersebut. Mereka juga harus bisa memprediksi apa kendala-kendala yang mungkin muncul nantinya dalam perjalanan memenuhi angka penjualan tersebut. Koordinasi antar fungsi Ketika hambatan yang mungkin muncul teridentifikasi, beberapa fungsi mungkin perlu untuk bekerja sama untuk mengatasinya. Untuk itu, diperlukan action plan bersama antara fungsi-fungsi terkait dalam hal ini. Sampaikan hasil studi dalam meeting Setiap peluang dan kendala dalam memenuhi angka target penjualan, harus disampaikan dalam meeting di hadapan Top Management. Tiap fungsi harus menyampaikan dengan jelas apakah mereka bisa memenuhi angka proyeksi sales tersebut atau ngga. Kalau ngga, apa support yang mereka butuhkan dari Top Management supaya bisa memenuhi angka tersebut. Keputusan Top Management Setelah mendengarkan hasil studi setiap fungsi, Top Management harus memberikan keputusan, atau feedback, yang harus diikuti oleh semua fungsi. Dan angka yang diputuskan oleh Top Management ini harus menjadi dasar setiap aktivitas di masing-masing fungsi. Lakukan secara reguler Lakukan proses S&OP ini secara rutin, misal satu bulan sekali. Review kembali angka penjualan ke depan apakah perlu dilakukan adjustment atau ngga. Jangan lupa untuk melihat juga pencapaian Anda. Apakah Anda berhasil mencapai target Anda, atau masih tertinggal dari rencana. Anda juga pasti suka Mengapa Mindset yang Tepat Sangat Dibutuhkan Dalam Supply Chain Management Bagaimana Memperlakukan KPI dengan Cara yang Benar untuk Meningkatkan Kinerja Supply Chain Anda Apa yang menghambat Sales & Operation Planning S&OP S&OP akan terhambat ketika masing-masing fungsi menahan informasi di sisi mereka. Transparansi adalah kunci keberhasilan sebuah S&OP. Ketika ada fungsi yang menahan informasi, maka yang akan terjadi adalah pengambilan keputusan yang ngga tepat. Yang itu tentunya akan merugikan bisnis Anda. Dalam hal ini, setiap fungsi harus punya mindset yang benar kalau tujuan semua orang di perusahaan adalah sama, yaitu mencapai target perusahaan. Hal lain yang bisa menghambat jalannya S&OP adalah ketika masing-masing fungsi lebih mementingkan KPI departemen mereka di atas kepentingan perusahaan. Yang tentu Anda tahu, beberapa dari KPI tersebut bisa saja bertentangan. S&OP membutuhkan trade-off antar KPI. Dan itulah gunanya Top Management turun tangan untuk membuat keputusan untuk diikuti semua fungsi. Siapa saja yang harus bergabung dalam S&OP meeting Seperti yang saya sampaikan di atas, setiap hasil analisa dan studi tiap fungsi harus dipresentasikan di depan Top Management dalam S&OP meeting. Siapa saja yang harus ada di dalam meeting tersebut? Ayo kita lihat. Sales Perwakilan dari tim Sales harus ada di dalam meeting untuk menyampaikan proyeksi penjualan mereka ke depan. Ini termasuk menyampaikan peluang dan risiko yang mungkin akan dihadapi. PPIC Tim Production Planning & Inventory Control PPIC harus menyampaikan kapasitas operasi yang tersedia untuk mendukung proyeksi penjualan yang disampaikan oleh tim Sales. Kalau memang ada yang perlu diputuskan oleh Top Management, inilah waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Finance Tim Finance akan menyampaikan tentang kondisi finansial perusahaan untuk mendukung proyeksi sales ke depan. Tim Finance juga bisa meminta fungsi lain untuk juga mendukung kondisi finansial perusahaan, misal dengan menurunkan tingkat inventory supaya cashflow perusahaan jadi lebih baik. Fungsi lain dalam perusahaan Fungsi-fungsi lain yang terkait juga harus menghadiri S&OP meeting ini, seperti Produksi, Maintenance, HR, dan Purchasing. Terkadang perlu untuk mendiskusikan beberapa hal spesifik terkait dengan masing-masing fungsi. Top Management Dan yang ngga kalah penting adalah kehadiran Top Management. Dialah yang akan memberi persetujuan atau keputusan setelah mendengarkan materi yang disampaikan oleh tiap-tiap fungsi. Top Management berperan untuk memberi persetujuan atas proposal yang diajukan dalam meeting, memberi feedback, atau mengambil keputusan ketika ada fungsi-fungsi yang mengalami konflik. Kesimpulan Sales & Operation Planning S&OP adalah salah satu proses penting dalam Supply Chain Management yang berfungsi untuk menyelaraskan semua fungsi dalam perusahaan dalam rangka mencapai tujuan besar perusahaan. S&OP penting karena akan menghasilkan angka yang sama yang menjadi landasan operasi setiap fungsi dalam perusahaan. Setiap fungsi dalam perusahaan, harus terlibat dalam proses S&OP untuk menyampaikan peluang dan risiko masing-masing sehingga proses S&OP ini akan menghasilkan sesuatu yang sudah memperhitungkan semua aspek. Dan Top Management akan menjadi orang yang mengambil tanggung jawab penuh atas keputusan yang dia buat dalam S&OP meeting. Semoga bermanfaat! Kalau Anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan Anda yang lain. Gabung dengan scmguide telegram channel untuk tetap mendapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini sekaligus lebih banyak insight seputar supply chain management lainnya. Semua artikel dalam blog ini bebas Anda gunakan untuk apa pun kepentingan Anda, termasuk komersil, tanpa perlu memberikan atribusi.
langkah langkah membuat sales and operation planning